Aplikasi Karya Mahasiswa ITB Ini Permudah Pasangan untuk Menikah

aplikasi-karya-mahasiswa-itb-ini-permudah-pasangan-untuk-menikah Mahasiswa ITB berhasil mengembangkan aplikasi Canika, y. (Istimewa)

DIDADAMEDIA, Bandung - Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan aplikasi Canika, yaitu aplikasi yang akan mempermudah pasangan yang akan mempersiapkan pernikahan.

Sederhananya, pengguna (customer) hanya perlu mencari vendor pernikahan yang akan mengurusi pernikahannya dalam satu genggaman saja.

Canika merupakan inovasi yang diciptakan oleh tiga mahasiswa Manajemen SBM-ITB yaitu Adinda Annisa, Rajna Habibah dan Karina Alifa. Nama Canika sendiri diambil dari kata dalam bahasa Sunda, yaitu can nikah  (belum menikah).

“Sederhananya, Canika ini jadi marketplace untuk para vendor (pernikahan) terus nanti customer tinggal cari deh di sini,” ujar Aninda Annisa, CEO Canika dalam rilisnya.

Adinda menceritakan, aplikasi Canika terinspirasi oleh salah satu start-up yang ada di Indonesia, yaitu Traveloka yang berhasil mendisrupsi agensi travel. “Nah saya coba cari hal yang bisa didisrupsi yang sustain selama kehidupan ada, yakni pernikahan,” imbuhnya.

Prestasi yang diraih Canika pun tak main-main. Berawal dari keberhasilannya meraih best project pada mata kuliah LMP, pada Februari 2019 lalu, mereka berhasil tergabung dalam Young Entrepreneur Summit UI Studentpreneur 2019.

Kini mereka berhasil mendapatkan pendanaan dan pembimbingan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dari Perguruan Tinggi (CPPBT-PT). Pendanaan ini bahkan bernilai hingga kepala sembilan atau ratusan juta rupiah.

Untuk mendapatkan pendanaan ini, Aninda dan kawan-kawan dalam Canika Team bersaing dengan kompetitor yang tidak kalah hebat. Tidak sedikit yang berasal dari mahasiswa pascasarjana, hingga akademisi. Tahapan seleksi seperti administrasi, presentasi, hingga wawancara berhasil dilalui Canika.

Lebih lanjut dia memaparkan fasilitas yang ditawarkan dalam aplikasi Canika, yaitu menyediakan sembilan kategori pernikahan yang dibutuhkan oleh konsumennya. Kesembilan kategori tersebut adalah venue, wedding dress, mobil, makeup artist, catering, dekorasi, undangan, fotografer dan videografer, serta floris.

"Vendor pernikahan tak perlu khawatir, karena biaya untuk bergabung dengan Canika tentu saja gratis. Selain itu, vendor dan pengguna bisa melakukan interaksi melalui chat secara langsung di aplikasi Canika," jelasnya.

Tak hanya itu, bahkan antara pengguna dan vendor bisa melakukan negosiasi harga. Untuk melengkapi kemudahan pengguna dalam melakukan transaksi, Canika juga menyediakan berbagai metode pembayaran.

Aninda berharap proyek yang telah ia rintis sejak Januari 2018 ini dapat berkelanjutan, bahkan bertahan hingga berstatus sebagai start-up decacorn. Terlebih lagi, ia berharap dengan hadirnya Canika, lebih banyak bisnis-bisnis kecil seperti UMKM yang terbantu penjualannya. Aplikasi Canika dapat diunduh di Playstore.

Editor: redaktur

Komentar