Sekjen PBB serukan perbanyak pendanaan untuk Myanmar

sekjen-pbb-serukan-perbanyak-pendanaan-untuk-myanmar . (net)

Tridinews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis (3/4) menyerukan lebih banyak dana internasional serta akses kemanusiaan yang cepat dan tanpa hambatan ke Myanmar, saat negara tersebut melanjutkan upaya penyelamatan dan rekonstruksi pascagempa bumi dahsyat yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kehancuran yang meluas.

"Myanmar saat ini adalah tempat yang benar-benar hancur dan penuh keputusasaan. Bencana ini menunjukkan kerentanan lebih dalam yang dihadapi masyarakat di seluruh negara itu," kata Guterres dalam sebuah konferensi pers.

Bahkan sebelum gempa, Myanmar sudah dilanda krisis politik dan kemanusiaan, ujarnya, seraya menambahkan gempa itu menambah penderitaan rakyat, dengan musim hujan monsun yang akan segera tiba.

Guterres mengimbau masyarakat internasional untuk segera meningkatkan pendanaan yang sangat dibutuhkan agar sesuai dengan skala krisis. Ia juga menyerukan akses kemanusiaan yang cepat, aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan guna menjangkau mereka yang paling membutuhkan di seluruh negara tersebut.

Ia juga menyambut baik pengumuman gencatan senjata sementara dari pihak berwenang Myanmar dan menyebut langkah itu sangat penting untuk membantu aliran bantuan dan memungkinkan tim penyelamat melakukan pekerjaannya.

Guterres mengatakan bahwa dia mengirimkan Koordinator Bantuan Darurat Tom Fletcher ke Myanmar. Sementara itu, Julie Bishop, utusan khusus Sekjen PBB untuk Myanmar akan mengunjungi negara tersebut dalam beberapa hari ke depan untuk memperkuat upaya-upaya perdamaian dan dialog.

"PBB akan terus mendorong perdamaian dan dukungan penyelamatan nyawa bagi rakyat Myanmar pada saat mereka sangat membutuhkan," katanya.

Hingga Kamis (3/4), jumlah korban tewas akibat gempa bermagnitudo 7,9 pada pekan lalu di Myanmar bertambah menjadi 3.145 jiwa, dengan 4.589 orang terluka, dan 221 lainnya masih hilang, seperti dilaporkan Myanmar Radio and Television

Editor: redaktur

Komentar