DIDADAMEDIA - Operasi berskala besar yang dilancarkan Israel di wilayah Tepi Barat telah menewaskan sedikitnya 9 warga dari Palestina. Operasi tersebut dimulai dengan serangan udara dan pasukan Israel yang menggempur kamp pengungsi di Jenin.
Dilansir AFP, Selasa (4/7), Israel menyebut operasi penyerangan tersebut merupakan 'upaya kontraterorisme ekstensif'. Operasi ini menjadi operasi militer Israel terbesar di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dalam operasi itu, buldoser militer, kendaraan lapis baja hingga drone turut dikerahkan untuk menyerang kamp di Jenin yang berisi militan Palestina.
Menurut Wakil Gubernur Jenin Kamal Abu al-Roub mengatakan sekitar 3.000 orang telah meninggalkan rumah di sekitar kamp pengungsi Jenin.
Sementara itu, Netanyahu menegaskan pasukan Israel kini berada di 'sarang teroris di Jenin untuk menghancurkan pusat komando dan menyita banyak persenjataan'.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa sedikitnya 9 orang tewas dan 100 orang lainnya mengalami luka-luka, 20 diantaranya mengalami luka serius. Sebelumnya serangan di Jenin pekan lalu telah menewaskan 7 orang.