Hanya 50% Milenial Suka Politik, Sandiaga Uno: Ini Tantangan Kita

hanya-50-milenial-suka-politik-sandiaga-uno-ini-tantangan-kita Sandiaga Uno di Upnormal Coffee Roaster, Jalan Cihampelas. (Rizky Perdana/PINDAINEWS)
DIDADAMEDIA, Bandung - Generasi milenial menjadi basis suara yang diperebutkan oleh kedua Paslon Pilpres 2019. Salah satunya di Jawa Barat terutama Kota Bandung yang anak mudanya terkenal kreatif dan penuh ide.

Beberapa waktu lalu Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir bertemu para milenial di Bandung. Kehadiran tentu untuk meyakinkan mereka memilih Jokowi-Ma'ruf saat pencoblosan nanti.

Hari Selasa (23/1/2019) malam, Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Uno pun tak mau kalah dengan kubu sebelah. Uno bertemu kelompok-kelompok milenial di Upnormal Coffee Roaster, Jalan Cihampelas, Bandung. Cafe ini memang terkenal sebagai tempat nongkrong anak-anak muda Bandung.

Di hadapan mereka, Uno berbicara soal potensi milenial dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia masa depan. Menurutnya, akan ada 63 juta generasi milenial pada 2020 dan sebagian besar berada di Jawa Barat.

Melihat Indonesia bakal menerima bonus demografi hingga 2045 maka jika milenial ditata dengan baik akan mampu menjadi lokomotif ekonomi kedepan.

"Penciptaan lapangan kerja bisa oleh mereka karena mereka inovatif, berani ambil risiko dan proaktif bangun jejaring. Mereka bisa hasilkan ekonomi baru," ujar Uno.

Dia menuturkan, hanya setengah dari generasi milenial yang melek dan suka dunia politik. Setengahnya lagi mereka hanya senang nelihat figur yang dianggap mampu memberi motivasi dan inspirasi bagi mereka.

Uno mengungkapkan, hal ini menjadi tantangan Prabowo-Sandi untuk bisa meyakinkan mereka memilih pemimpin tepat untuk Indonesia lima tahun kedepan.

"Tantangan Pilpres ini menghadirkan sosok yang inspiratif, orisinil, relevan, dan talkable yang bisa menjadi viral di mereka. Dengan kepemimpinan kita, bisa beri ruang banyak bagi milenial dan bisa hadirkan dorongan ekonomi lapangan kerja," tegasnya.

Prabowo-Sandi diakuinya menerapkan strategi khusus untuk milenial, karena generasi ini memiliki keunikan yaitu menentukan pilihan ketika mendekati hari pemilihan. 

"Semakin dekat hari H justru semakin banyak undecided voter, jadi dengan usaha keras kita memastikan milenial nyambung dengan program Prabowo-Sandi," pungkasnya.


Editor: redaktur

Komentar