Birma Arya Minta Lurah di Kota Bogor Getol 'Belanja' Masalah

birma-arya-minta-lurah-di-kota-bogor-getol-belanja-masalah Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. (Foto: Net)
DIDADAMEDIA, Bandung - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyentil aparat kelurahan di kota hujan. Dia meminta lurah lebih getol menyerap aspirasi ataupun persoalan yang dihadapi warga di kelurahan masing-masing.

Imbauan itu disampaikan Bima Arya yang ingin seluruh aparatnya aktif bergerak pada 2019 ini. Caranya mengakselerasikan kegiatan di wilayah dengan program pemerintahan, salah satunya mendorong lurah aktif turun ke lapangan.

"Saya berharap awal tahun ini ada penyegaran. Jangan ada lagi berpikir ini tupoksi siapa, tapi lurah harus mengambil peran yang besar dan memastikan di wilayahnya tertib," kata Bima Arya, Senin (7/1/2019).

Bima membeberkan berbagai catatan dan evaluasi capaian sepanjang 2018 yang harus dibenahi di 2019, agar Kota Bogor dapat selaras dan bergerak dinamis, menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang masih menjadi kendala.

Persoalan utama adalah pemasalahan sampah, dan kebersihan lingkungan. Bima mengaku kerap menerima laporan dari warga, Lapangan Sempur setiap pagi sampahnya bertebaran di mana-mana. Bima tidak ingin lintasan joging (jogging track) Lapangan Sempur yang baru direvitalisasi bulan Oktober 2018 lalu senilai Rp2,3 miliar rusak karena tidak terawat kebersihannya.

"Sedih saya melihat jogging track yang mahal ini betebaran puntung rokok kalau pagi, tolong diperhatikan betul," kata Bima.

Bima mengagumi kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang begitu konsisten dalam berbagai hal, dan tidak capek memantau di lapangan. Pada akhir 2018 lalu Bima mengajak para lurah dan camat studi banding ke Kota Surabaya.

Salah satu pesan Risma kepada aparatnya, bahwa lurah adalah wali kota di wilayahnya masing-masing. Untuk itu Bima ingin, agar seluruh lurah di 68 kelurahan di Kota Bogor untuk aktif bergerak, turun ke masyarakat. Ia pun mengapresiasi beberapa lurah yang aktif di wilayahnya, walaupun jumlahnya belum banyak.

"Jadi kalau saya saja sering turun menyapu seluruh wilayah Kota Bogor, setiap ada di lokasi ketemu persoalan, pasti tanya ke ajudan camatnya di mana, apalagi lurah yang lingkupnya lebih kecil," pungkasnya. Editor: redaktur

Komentar