DIDADAMEDIA, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya, mengaku kaget melihat ada aktivitas di Pasar Anyar karena mengira masyarakat sudah mengetahui bahwa situasi hari Raya Idulfitri 1441 H akan berbeda jauh akibat pandemi.
Sebelumnya Viral video suasana Pasar Anyar, Bogor, Jawa Barat dipenuhi lautan manusia di saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan. Satpol PP Kota Bogor menyebut pengunjung memadati pasar untuk membeli kebutuhan Lebaran.
"Kita kaget, saya kira semua tahu bahwa tahun ini lebarannya prihatin," kata Bima seperti dikutip dari CNNIndonesia TV, Minggu (17/5).
Bima menyatakan bahwa pemerintah masih memberikan toleransi kepada masyarakat yang ingin berbelanja berbagai bagan kebutuhan pokok.
Tapi dia mempertanyakan tujuan masyarakat berbelanja baju serta sepatu untuk menyambut lebaran tahun ini. Ia pun menyebut tingkah orang yang masih ingin jalan-jalan di lebaran tahun ini menyakiti perasaan orang lain yang sedang kelaparan.
"Kalau belanjanya baju baru, sepatu baru mau dipakai ke mana? Kalau masih terpikir untuk jalan-jalan dan pakai baju baru keterlaluan, menyakiti orang kelaparan. Kita berjuang agar orang tidak tertular," imbuh Bima.
Pemkot Bogor telah memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak Rabu (13/5) hingga Selasa (26/5). PSBB yang dilakukan Pemkot Bogor merupakan tahap ketiga yang mulai mengatur penerapan sanksi terhadap pelanggar.
Aturan hukum itu disusun dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 37 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan Sanksi Pelanggaran PSBB.
Wali Kota Bogor Bima Arya pun menutup paksa kios-kios di Pasar Anyar yang masih berjualan di tengah penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), untuk memutus mata rantai pandemi virus corona (COVID-19).
Bima Arya Kaget Lihat Lautan Manusia di Pasar Anyar Bogor
