DIDADAMEDIA, Bandung - Sukses dalam bermusik tak lantas membuat para personel Java Jive cukup untuk terus menggali potensi yang ada. Ingin terus memiliki penghasilan diusia yang sudah tak muda lagi, mereka pun sepakat terjun di bisnis kuliner.
Kopi akhirnya menjadi pilihan, terlebih salah seorang personel Java Jive memang penyuka kopi. Ditambah lagi kehadiran kafe-kafe kopi masih menjadi incaran para penyuka kopi sekarang ini. Maka mereka pun digiringlah sepakat membuat kedai kopi dengan brand ‘Ugo Igo Kopi’ (baca : You Go I Go Kopi).
"Nama 'Ugo Igo’ diambil dari filosofi kebersamaan kami. Di mana satu orang jalan yang lain ikut jalan. Seperti ketika kami mau berkunjung ke suatu tempat hiburan pas selama tour di luar kota," ucap Dany vokalis Java Jive saat ditemui di kafe Ugo Igo.
Kebiasaan ungkapan itulah yang akhirnya dijadikan ikon oleh band asal Bandung ini. Lewat brand Ugo Igo mereka berharap tidak hanya menggeluti bisnis kopi, namun juga potensi-potensi lainnya. Dimulai dengan bisnis kopi, mereka pun yakin apa yang dibangun dengan kebersamaan akan menghasilkan sesuatu yang lekang seperti halnya Java Jive yang telah dibangun nyaris 30 tahun tersebut.
"Ini semangat kami dalam berkreasi, tidak hanya bermusik tapi juga di bisnis kedai kopi yang kami jalani sekarang ini. Dengan membongkar kas hasil dari manggung selama beberapa tahun ini, kami sepakat untuk membuat kedai kopi. Dan juga kebetulan Capung sangat menyukai kopi. Kami berharap, semoga single dan bisnis kedai kopinya lancar," tutur Dany seraya mengamininya.
Bisnis pun mereka jalankan layaknya musik, tidak hanya asal jadi semua yang disuguhkan sangat berkonsep. Dimulai dari tampilan interior dengan konsep back to nature mereka menggunakan kayu-kayu untuk furniture kafe. Bahkan, untuk menu mereka memilih kulit sebagai materialnya. Kemudian untuk sedotan mereka usung konsep green living dan memilih bambu sebagai material sedotan yang digunakan.
"Tentunya untuk bisnis banyak hal yang kita pertimbangkan, salah satunya karena yang digeluti itu adalah bisnis kuliner dan menghasilkan limbah. Tapi, bagaimana caranya agar apa yang kita produksi tidak menyumbang banyak limbah. Salah satu langkah yang kami lakukan yaitu green living dimana mengganti sedotan plastik dengan bambu," jelasnya.
Sedangkan untuk kopi, Ugo Igo juga ingin mengenalkan hasil kopi petani Jawa Barat dengan menyajikan kopi seperti kopi Java Preanger. "Banyak hal yang ingin kami sampaikan bukan hanya sekedar makan, ngopi, tapi juga mengenalkan produk Jawa Barat. Selain itu juga kami kerjasama dengan petani bambu langsung, dan membantu meningkatkan potensi mereka. Yang pasti apa yang kami hadirkan dapat bermanfaat tidak hanya buat kami, tapi juga orang-orang sekitar," tandas Dany.