DIDADAMEDIA, Bandung - Wali Kota Bandung, Oded M Danial mendapatkan penghargaan Anugerah Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2019 untuk kategori sosaik dan budaya.
Kali ini penghargaan tersebut diberikan Koran Sindo pada acara Malam Penganugerahan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2019, di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Jalan Jenderal Sudirman Kota Padang, Kamis (22/8) malam.
Koran Sindo menilai Program Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman) yang digulirkan Wali Kota Bandung, Oded M Danial, merupakan budaya baru masyarakat kota yang dilahirkan Pemkot Bandung di bidang pengeloaan sampah. Kang Pisman dengan kepemimpinan Wali Kota Bandung mampu membuktikan dan menghasilkan beberapa terobosan baru yang inovatif bagi perkembangan dan kemajuan daerah.
Gerakan ini semakin masif tumbuh di masyarakat. Sehingga salah satu hasilnya, mampu mengurangi produksi sampah. Gerakan ini dinilai inspiratif untuk pengelolaan sampah sehingga beberapa negara pun tertarik untuk menduplikasi gerakan ini.
BACA JUGA :
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR, Achmad Gani Ghazali Akman dan diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna yang mewakili Wali Kota Bandung, Oded M Danial pada
Atas penghargaan itu, Ema mengaku sangat bersyukur.
"Pertama kita bersyukur, penghargaan ini hakikinya untuk menjadikan situasi dan kondisi kota yang jauh lebih baik terutama bidang penanggulangan sampah melalui Kang Pisman ini," katanya usai menerima penghargaan.
Lebih jauh Ema mengatakan, Pemkot Bandung telah menyusun sejumlah program prioritas. Di antaranya tentang masalah sampah. Konsep Kang Pisman saat ini merupakan salah satu fondasi solusi penuntasan masalah sampah.
“Pemkot Bandung ingin membangun sebuah budaya. Dengan Kang Pisman ini kita ingin membangun peradaban. Outputnya bagaimana wajah Kota melalui perilaku masyarakat menjadi lebih baik. Sehingga mengubah mindset masyarakat yang menganggap sampah itu masalah nantinya menjadi potensi yang bisa dimanfaatkan bernilai ekonomis," jelas Ema.